Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Kodam Brawijaya Bersama Banser Tumpas Gerombolan PKI di Blitar Selatan

Jumat, 01 Oktober 2021 - 20:39:00 WIB
Kisah Kodam Brawijaya Bersama Banser Tumpas Gerombolan PKI di Blitar Selatan
Banser ikut serta dalam penumpasan gerombolan PKI di Blitar Selatan. (Foto: ist/ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

Operasi Trisula Blitar Selatan mendapat dukungan Ansor Banser NU. Lebih dari 10.000 Banser yang berasal dari Blitar, Kediri, Malang, Jombang, Tulungagung dan Trenggalek, diterjunkan ke Blitar Selatan. 

Agar sesuai isi perintah Operasi 02/05/1968, semua Banser yang bergerak bersama TNI mengenakan seragam Hansip/Wanra. KH Maksum Djauhari Komandan Banser Pesantren Lirboyo Kediri, ikut terjun langsung dalam operasi penumpasan. 

"Saya sendiri waktu itu ya pakai seragam Hansip, berkeliling sampai pedalaman Blitar dan Malang Selatan," kata Gus Maksum dalam Banser Berjihad Menumpas PKI. 

Isi utama dari Perintah Operasi 02/5/1968 adalah menghancurkan proyek basis PKI Blitar Selatan. Di bawah Komandan Satgas Operasi Trisula Kolonel Infantri Witarmin, perang dimulai. 

Pos Komando Pertempuran diletakkan di wilayah Kademangan. Pengepungan besar-besaran dilakukan di wilayah Suruhwadang, Maron dan Ngeni (SMN), yang merupakan desa-desa proyek mutlak PKI Blitar Selatan. Untuk meringkus kader dan simpatisan PKI yang bersembunyi di tengah warga, TNI menerapkan taktik pagar betis. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut