Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Yoga Sugumo, Jenderal yang Berani Ingatkan Soeharto Tak Maju Lagi di Pilpres 1988

Selasa, 05 September 2023 - 14:58:00 WIB
Kisah Yoga Sugumo, Jenderal yang Berani Ingatkan Soeharto Tak Maju Lagi di Pilpres 1988
Soeharto saat lengser dari kursi presiden pada 1998. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

BLITAR, iNews.id - Kisah Yoga Sugumo menarik untuk diulas. Pada tahun 1988 Yoga pernah mengingatkan Soeharto untuk tidak maju lagi sebagai presiden hingga berujung hubungan keduanya retak. 

Suhu politik Indonesia berubah dinamis menjelang pemilihan umum, yakni terutama mendekati pemilihan presiden (Pilpres). Pro dan kontra pun bermunculan.

Yoga Sugomo merupakan salah satu jenderal militer yang berharap Presiden Soeharto tidak lagi mencalonkan diri sebagai Presiden Indonesia pada pemilihan umum 1988.

Jenderal Yoga dan Soeharto memiliki hubungan yang dekat. Hubungan keduanya bukan sekadar bawahan dengan atasan, teman sejawat, melainkan sahabat sejati dan bahkan saudara (sedulur sinorowedi).

Hubungan itu sama antara Soeharto dengan Ali Moertopo. “Sedulur sinorowedi kata orang Jawa,” demikian dikutip dari buku Jenderal Yoga Loyalis di Balik Layar (2018).

Presiden Soeharto telah melewati periode kekuasaan 1983-1988 dengan baik. Bahkan Yoga menilai 1983-1988 merupakan puncak keemasan kekuasaan Presiden Soeharto. “Sesudah itu dikhawatirkan akan melemah”.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut