Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jumlah Desa Tertinggal Perbatasan Naik Jadi 502, BNPP RI Susun Rencana Aksi Terpadu
Advertisement . Scroll to see content

Konektivitas Krayan jadi Perhatian BNPP RI, Akses Jalan dan Bandara Disiapkan

Selasa, 06 Oktober 2026 - 22:20:00 WIB
Konektivitas Krayan jadi Perhatian BNPP RI, Akses Jalan dan Bandara Disiapkan
Mendagri Tito Karnavian Kepala BNPP RI menyoroti keterbatasan akses menuju Krayan, Kalimantan Utara saat Rapat Koordinasi bersama Bupati Malinau di Kantor Bupati Malinau, Selasa (6/10/2026). (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

MALINAU, iNews.id – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menyoroti keterbatasan akses menuju Krayan, Kalimantan Utara. Kondisi tersebut membuat masyarakat masih mengandalkan transportasi udara dan jalur sungai untuk mobilitas serta distribusi logistik. 

“Mereka melalui jalur seperti ke Krayan yang harus melalui jalan udara atau jalan sungai sampai berhari-hari. Hal ini membuat kita prihatin,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi bersama Bupati Malinau di Kantor Bupati Malinau, Selasa (6/10/2026).

Menurut Tito, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki konektivitas, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan nasional. Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan dinilai penting untuk memperkuat rasa nasionalisme sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai buffer zone.

“Kita punya konsep untuk memperkuat daerah perbatasan luar ini dengan cara membangun daerahnya agar maju, supaya rasa nasionalisme mereka tinggi dan menjadi buffer zone sistem pertahanan kita,” ucapnya.

Tito menegaskan, akses menuju Krayan menjadi salah satu wilayah yang perlu dipertimbangkan dalam prioritas pembangunan jalan pada 2027. Penentuan prioritas tersebut mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan masukan pemerintah daerah.

“Tadi kita diskusikan, sebaiknya di-breakdown. Tahun 2027 mau mengerjakan mana, 2028 mengerjakan mana, dan 2029 mengerjakan mana. Hitung anggaran per tahunnya berapa, itu yang harus disampaikan ke Bapak Presiden,” kata Tito.

Selain konektivitas darat, pemerintah juga menyoroti kondisi Bandara Krayan. Tito menilai renovasi bandara tetap diperlukan untuk memperpendek rantai logistik dan mendukung mobilitas masyarakat.

“Hal itu juga penting [renovasi bandara] karena bisa memotong jalur logistik, untuk mobilitas orang, dan lain-lain. Meskipun nanti akses jalannya sudah ada, tidak apa-apa,” ungkap Tito.

Menurutnya, keberadaan bandara tetap strategis meskipun akses jalan darat nantinya tersambung. Transportasi udara dapat menjadi alternatif untuk mendukung mobilitas dan distribusi barang di wilayah perbatasan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut