Mabes Polri Bentuk Tiga Tim Besar Usut Kasus Kekerasan Tokoh Agama
Apakah kasus kekerasan ini memiliki pola sama dengan kasus ninja tahun 1998? Syafrudin mengaku sangat berbeda. Pasalnya saat itu (1998) gerakannya sangat massif dan terstruktur. Sementaara, saat ini lebih banyak yang hoax. “Hasil penyelidikan kami kasus ini 95 persen hoax. Ini terjadi karena ada yang mendesain informasi hoax ini. Sehingga harus hati-hati,” tuturnya.
Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar mendukung upaya Mabes Polri untuk mengusut tuntas rentetan kasus kekerasan terhadap tokoh dan symbol agama tersebut. Miftahul Akhyar yakin polisi akan bekerja dengan baik dan bisa membongkar dalang di balik semua peristiwa itu.
Miftahul Akhyar juga memastikan bahwa para ulama di Jawa Timur tetap tenang dan tidak takut, apalagi terpancing terhadap segala kasus kekerasan tersebut. Hanya saja, kadang para santri reaktif karena tidak ingin kiainya terluka.
“Insyaallah para kiai di Jatim biasa saja. Kalau santri ya dimaklumi. Sebab, merka tidak ingin terjadi apa-apa pada kiainya. Istilanya, tergores kulitnya saja tidak rela. Maka, kami semua akan mendinginkan mereka (para santri),” tandasnya.
Editor: Kastolani Marzuki