Mahasiswa Bakar Jas Almamater saat Demo, Unesa Bentuk Tim Komisi Disiplin
Salah seorang pengurus pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA Unesa), Agung Stiawan ikut menyayangkan aksi mahasiswa yang berujung ricuh di kampus. Sebagai insan terpelajar, mahasiswa tidak perlu bertindak vandalisme dan anarkistis hingga membakar jas almamater.
"Itu sudah menyinggung harga diri kami selaku alumni Unesa. Kami sangat bangga dengan almamater, alumni kami tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai profesi dan semuanya mengutuk tindakan tersebut," ujarnya.
Agung ingin pihak kampus mengusut tuntas perusakan itu. Bahkan, sangat pantas jika pelaku medapat sanksi yang berat. "Kami juga siap membantu Unesa untuk mengusutnya," ujar Agung.
Diketahui, pada Jumat (13/3/2020), puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus (AMPDK) berdemo di depan Gedung Rektorat Unesa, Jalan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya.
Massa aksi menuntut pihak kampus agar membatalkan pelantikan BEM Unesa hasil pemilu raya (Pemira) pada 24 Februari 2020. Mereka beralasan pelantikan tidak sesuai dengan ketetapan Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR).