Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angin Kencang Picu Kebakaran Lahan di Gunung Bromo Meluas
Advertisement . Scroll to see content

Medan Terjal Hambat Pemadaman Kebakaran, BNPB Kerahkan Helikopter ke Gunung Bromo

Kamis, 06 Agustus 2026 - 10:24:00 WIB
Medan Terjal Hambat Pemadaman Kebakaran, BNPB Kerahkan Helikopter ke Gunung Bromo
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Langkah ini diambil karena api sulit dijangkau oleh tim darat akibat medan yang terjal.

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo terpantau sejak Senin (3/8/2026). Kobaran api dengan cepat meluas akibat tiupan angin kencang dan vegetasi ilalang yang mengering.

Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, segera meninjau lokasi untuk menentukan kebutuhan operasi udara. 

Selain mengerahkan dua helikopter water bombing, BNPB juga akan menggeser armada dari enam daerah, yakni Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Helikopter akan digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang tidak dapat diakses oleh tim darat.

"Mereka meminta bantuan dari udara Heli Water Bombing, untuk sementara kita akan dukung dua unit. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan modifikasi cuaca tetapi sampai siang ini belum ada pertumbuhan awan hujan sehingga untuk beberapa hari mofidikasi cuaca belum bisa dilaksanakan," ujar Suharyanto.

Selain operasi pemadaman melalui udara, BNPB juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan kebakaran.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro demi keselamatan pengunjung. 

Wisatawan hanya diperbolehkan memasuki kawasan melalui pintu Cemoro Lawang dan Wonokitri hingga area Lautan Pasir.

Kepala Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono mengatakan, petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu dukungan operasi udara.

"Sampai saat ini kami masih tetap berupaya mengingat medan kebakaran ini sangat berat, yaitu di lereng Kaldera Tengger sehingga butuh upaya yang maksimal untuk dapat melakukan pemadaman," ucap Bambang. 

Hingga kini, proses pemadaman masih difokuskan di kawasan kaldera lereng Tengger yang memiliki medan ekstrem. Sementara itu, luas lahan yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut