Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Asal Mula Patung Hiu dan Buaya Surabaya

Sabtu, 12 Maret 2022 - 11:22:00 WIB
Mengenal Asal Mula Patung Hiu dan Buaya Surabaya
Patung Suroboyo (hiu dan buaya) ikon Kota Surabaya di depan Kebun Binatang Surabaya. (Foto: dparagon).
Advertisement . Scroll to see content

Pertarungan kembali terjadi meskipun sudah berdamai. Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. 

Dalam saat sekejap, cairan di sekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang itu. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali. Hingga, perkelahian pun berakhir ketika hiu kembali ke lautan dan buaya tetap di daratan mempertahankan kekuasaannya.

Adapun gambar hiu dan buaya pertama kali muncul dalam souvenir peringatan 10 tahun grup musik ST Caecilia pada tahun 1948-1858.

Hingga logo hiu dan buaya diresmikan pemerintah kolonial sebagai lambang identitas kota Surabaya pada tahun 1920.Lalu dibangun tahun 1988 oleh Arsitek Sutomo Kusnadi dan pemahat Sigit Margono. Pertarungan antara ikan hiu yang bernama sura dan buaya bernama baya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya.

Namun ada pendapat lain, asal mula patung hiu dan buaya Surabaya berasal dari kata sura dan baya. Sura berarti jaya atau selamat. Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti "selamat menghadapi bahaya".

Bahaya yang dimaksud yakni serangan tentara Tar-tar yang hendak menghukum raja Jawa. Seharusnya yang dihukum yakni Kartanegara. Karena Kartanegara sudah tewas terbunuh, maka Jayakatwang yang diserbu oleh tentara Tar-tar itu. 

Setelah mengalahkan Jayakatwang, orang Tar-tar itu merampas harta benda dan puluhan gadis-gadis cantik untuk dibawa ke Tiongkok. Raden Wijaya tidak terima diperlakukan seperti itu. Dengan siasat yang jitu, Raden Wijaya menyerang tentara Tar-tar di pelabuhan Ujung Galuh hingga mereka menyingkir kembali ke Tiongkok.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut