Muswil PPP Jatim, Mayoritas DPC Ingin Musyafak Noer Kembali Pimpin DPW
“Tidak kalah pentingnya PPP di bawah komando Musyafak memiliki kontribusi besar dalam kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Pemilihan Gubernur 2018," katanya.
Sementara itu, saat ini pihaknya telah menyiapkan seluruh materi maupun ketentuan Muswil agar berlangsung lancar. Agenda Muswil ada 8 jadwal sidang Paripurna acara dan termasuk tertib, Laporan pertanggung jawaban DPW PPP, PO Pemandangan Umum DPC se-Jatim atas LPJ hingga pemilihan Ketua DPW PPP Jatim.
"Paripurna ke-6 agendanya yakni pembahasan tata tertib cara pemilihan formatur sesuai dengan PO Partai yang rujukannya AD/ART ketetapan muktamar ke IX," katanya.
Pemilihan Ketua menggunakan sistem Formatur atau Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang berarti orang yang dapat memutuskan dan mengikat. Ahwa merupakan orang-orang yang bertugas memilih pemimpin lewat jalan musyawarah kemudian mengajukannya kepada seluruh peserta Muswul untuk ditetapkan.
"Ahlul Halli Wal Aqdi terdiri atats tujuh unsur, yakni sati dari DPP, satu dari DPW dan lima DPC. Formatur DPW diwakili Pak Musyafak (Ketua). Kemudian Formatur menyusun pengurus harian dan dan majelis dalam waktu 20 hari. Ketua DPW ditetapkan oleh formatur ini," katanya.
Muswil PPP nanti, lanjut Rasyid, juga memberlakukan ketentuan untuk tidak melanggar protokol kesehatan karena digelar di saat pandemic covid-19. "Semua materi Muswil sudah ready, menggunakan prokes ketat dan tinggal pelaksanaannya saja. Semoga lancar," ujar Rasyid.
Menurut rencana, Muswil ini akan dihadiri sejumlah petinggi DPP PPP. Mulai dari Ketua Umum Suharso Manoarfa, Sekjen Gus Arwani, Ketua Bidang Fungsional Ahmad Baidowi dan Mardiono Ketua Majelis Pertimbangan DPP. "Ketum Insya Allah hadir. Konfirmasinya begitu," katanya.
Editor: Ihya Ulumuddin