Di dalam Kitab Al Majmu, niat puasa Ramadhan di malam hari menurut madzhab Syafi'i dinilai mustahab (disukai) untuk dilafazkan. Niat puasa juga harus dita'yin atau ditentukan.
Karena itu, para ulama dan kiai di Indonesia lazim atau mentradisikan membaca niat puasa Ramadhan secara bersama-sama setelah shalat tarawih dan witir.
Hal itu dilakukan dengan alasan agar masyarakat tidak lupa niat puasa. Sebab, keabsahan puasa Ramadhan paling utama adalah dari niatnya. Jika terlupa niat puasa Ramadhan bisa tidak sah hukumnya. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya bisa dilakukan pada siang hari jika terlupa.
Meski demikian, niat puasa Ramadhan itu tidak mesti dilafazkan karena cukup dalam hati. Adapun Batas waktu niat puasa Ramadhan ini yakni dari maghrib sampai azan subuh atau sudah masuk fajar.
Saat santap makan sahur, merupakan waktu tepat membaca doa niat puasa Ramadhan.
Para ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur untuk puasa. Meski demikian, tanpa sahur pun puasa tetap boleh. Disunahkan untuk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu shubuh seperti disebutkan dalam hadits berikut: