Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Padat, ASDP Ungkap Biang Keroknya
Advertisement . Scroll to see content

Peran Strategis ASDP Jaga Konektivitas Jawa-Bali di Tengah Tekanan Arus Logistik

Jumat, 02 Oktober 2026 - 22:38:00 WIB
Peran Strategis ASDP Jaga Konektivitas Jawa-Bali di Tengah Tekanan Arus Logistik
Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Antrean truk dan kendaraan pribadi mengular hingga 5 km. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

ASDP Tingkatkan Armada

Menanggapi kondisi tersebut, ASDP melakukan penyesuaian metode operasi dengan cepat. Pada 29 September 2026, sebanyak 27 kapal dioperasikan dalam rute Ketapang-Gilimanuk untuk mempercepat pengurangan antrean di Ketapang.

Armada tersebut mencakup 14 kapal reguler yang beroperasi dari Dermaga MB, sembilan kapal reguler dari Dermaga LCM, dan empat kapal bantuan dari Tanjung Balai (TBB).

Metode perjalanan juga diperkuat menjadi hingga delapan trip, mempertimbangkan situasi antrean serta kapasitas setiap kapal. 

Heru menuturkan, semua kapasitas yang ada akan terus dimaksimalkan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. “Kami menyadari bahwa antrean dan waktu tunggu yang terjadi berdampak langsung pada perjalanan masyarakat dan distribusi logistik,” ungkap Heru. 

Kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk naik 8 persen, tetapi jumlah trip kapal anjlok 21 persen. (Foto: Dok. ASDP)
Kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk naik 8 persen, tetapi jumlah trip kapal anjlok 21 persen. (Foto: Dok. ASDP)

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan, penguraian antrean memerlukan pengaturan muatan yang tepat karena masing-masing kendaraan yang dilayani memiliki karakteristik yang berbeda.

“Kami terus berupaya mempercepat dan meningkatkan efektivitas layanan. Namun, setiap kendaraan yang masuk ke dalam kapal harus tetap disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta mengikuti ketentuan keselamatan,” ujar Media.

Pengaturan ini meliputi alur kendaraan, proses pemuatan, jadwal keberangkatan, hingga pembongkaran di pelabuhan tujuan. Penempatan kendaraan ke kapal juga disesuaikan dengan jenis, ukuran, muatan, dan karakteristik kapal.

Masalah kepadatan ini sekaligus menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur. ASDP sebelumnya menyampaikan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat keandalan layanan antara Jawa dan Bali.

Kapasitas dermaga telah ditingkatkan dari 30 ton menjadi 50 ton. Proses peningkatan kapasitas ini sudah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. 

ASDP juga sedang merencanakan pengembangan dermaga dan fasilitas tambahan untuk meningkatkan fleksibilitas operasional, terutama pada saat trafik meningkat atau pada periode puncak mobilitas.

Karena itu, untuk menangani kepadatan, tidak hanya dengan mengerahkan kapal tambahan. Kapasitas dermaga, area penyangga, pola operasi, kondisi cuaca, dan pengaturan kendaraan harus dipadukan secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut