Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jokowi Kenakan Seragam PSI Mulai Safari Politik di Lampung, Disambut Ratusan Kader
Advertisement . Scroll to see content

PSI Siapkan Sanksi Pemecatan bagi Kader yang Berpoligami

Rabu, 12 Desember 2018 - 12:31:00 WIB
PSI Siapkan Sanksi Pemecatan bagi Kader yang Berpoligami
Ketua Umum PSI Grace Natalie memberi keterangan kepada wartawan usai acara Festival 11, di JX Internasional, Surabaya, Jatim, Selasa (11/12/2018) malam. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.idPartai Solidaritas Indonesia (PSI) melarang kadernya berpoligami. Bahkan, partai besutan Grace Natalie ini akan memberi sanksi pemecatan bagi kader yang terbukti menikah lebih dari satu kali.

Ancaman ini disampaikan Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie seusai menghadiri acara Festival 11 di JX Internasional, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Selasa malam (12/12/2018). “PSI melarang keras kader, pengurus dan anggota berpoligami. Kalau ketahuan pasti kami pecat dari keanggotaan partai,” katanya.

Sikap tegas itu disampaikan lantaran poligami kerap menciptakan ketidakadilan bagi perempuan, maupun anak-anak mereka. Karenanya, dia juga bertekad akan memperjuangkan revisi atas Undang-undang (UU) No.1/1974 tentang Perkawinan. Sebab, regulasi tersebut membolehkan laki-laki menikah lebih dari satu itu.

“Ketika kami (PSI) punya kursi di DPR RI, kami akan berjuang, merevisi UU yang membolehkan adanya poligami. Sebab, dengan regulasi tersebut, negara secara tidak langsung melanggengkan ketidakadilan terhadap perempuan,” kata mantan presenter ini.

Misi PSI ini, kata Grace, bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan Riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, perempuan yang disakiti, dan anak yang ditelantarkan.

“Sudah banyak contoh. Walaupun dia orang terpandang dan mampu, kalau sampai poligami pasti istri dan anak-anaknya yang akan menjadi korban,” tuturnya.

PSI juga menyerukan perlawanan pada kekerasan terhadap perempuan. Perempuan sering kali menjadi korban pertama para “enterpreneur kebencian” yang memproduksi hasutan dan menyebarkan syak wasangka.

“Saya geram melihat banyak perempuan termasuk dilecehkan di dunia politik oleh oknum-oknum jahat,” kata Grace.

Komnas Perempuan mencatat setiap hari ada 35 perempuan yang mengalami kekerasan seksual. Setiap 2 jam, ada tiga perempuan yang diperkosa. Satu dari tiga perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan mulai dari dipukuli, diperkosa, atau disiksa oleh pasangan mereka. “Kekerasan itu nyata dan begitu dekat di sekitar kita,” paparnya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut