Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Kepala BGN: Kelalaian SPPG yang Disengaja
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Minta Maaf ke Ponpes Manbaul Hikam

Jumat, 04 September 2026 - 14:31:00 WIB
Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Minta Maaf ke Ponpes Manbaul Hikam
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono. (Foto: Felldy Aslya Utama)
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, menyampaikan permohonan maaf kepada pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Tanggulangin, Sidoarjo, menyusul insiden keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri. 

Permintaan maaf itu disampaikan Trenggono saat mendatangi pesantren di Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).

Trenggono datang bersama rombongan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta Kantor Staf Kepresidenan (KSK). 

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes Manba'ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun. Dalam pertemuannya, Trenggono menduga insiden keracunan diakibatkan oleh kelalaian atau ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Berdasarkan laporan resmi dari pihak pengasuh pesantren, total santri yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi santapan Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 740-an orang.

"Dari total ratusan korban tersebut, berkat penanganan cepat bersama Pemkab Sidoarjo, mayoritas santri telah membaik. Saat ini tinggal 22 orang yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujar Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, Jumat (4/9/2026).

Sebagai langkah tegas atas peristiwa kelam ini, BGN menjatuhkan sanksi skorsing berat (suspen berat) dengan menghentikan sementara seluruh operasional dapur penyedia MBG yang bersangkutan untuk kepentingan evaluasi dan investigasi mendalam.

Selain membekukan operasional dapur, BGN juga merespons tegas dengan mencopot Kepala Dapur yang bertanggung jawab atas pengolahan makanan tersebut.

Trenggono menambahkan, fokus utama BGN saat ini adalah memastikan penanganan medis seluruh korban berjalan tuntas hingga pulih sepenuhnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut