Selain Ratusan Santri, 10 Guru di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Ikut Keracunan MBG
SIDOARJO, iNews.id – Jumlah korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah hingga Rabu (2/9/2026) sore. Dampak keracunan kini dilaporkan meluas, tidak hanya dialami ratusan santri putra dan putri, tetapi juga merembet ke jajaran guru pesantren.
Sedikitnya 10 orang guru bersama sejumlah santriwati dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan sakit perut parah, pusing, dan mual.
Menanggapi kondisi kesehatan para santri dan tenaga pengajar yang belum sepenuhnya pulih, pengelola Pondok Pesantren Manbaul Hikam memutuskan untuk meliburkan sementara seluruh Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Perwakilan Ponpes Manbaul Hikam, Bahron Nafi' menjelaskan, beberapa guru ikut menjadi korban setelah sempat mencicipi sampel santapan paket MBG yang dikirim oleh pihak penyedia SPPG Kalitengah.
Kendati demikian, pihak pesantren memilih bijak dan menyerahkan seluruh proses penyelidikan ke pihak berwajib.
"Memang ada beberapa guru yang sempat mengicipi makanan tersebut dan baru sore ini melaporkan gejala mual serta sakit perut. Namun, pihak pesantren menyatakan tidak menyalahkan pihak mana pun dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian serta dinas kesehatan," ujar Bahron Nafi', Rabu (2/9/2026).
Mengantisipasi munculnya korban susulan dari lingkungan pesantren, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mendirikan posko pelayanan kesehatan darurat tepat di area kompleks Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Sejumlah unit armada ambulans beserta tim medis disiagakan selama 24 jam nonstop di lokasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menegaskan, seluruh pasien yang mengeluhkan gejala akan langsung ditangani secara gratis dan intensif.
"Prinsipnya dari Dinkes Sidoarjo, siapa pun santri maupun pengajar yang merasa sakit atau bergejala akan langsung kita berikan perawatan medis darurat di tempat atau dievakuasi ke RSUD," kata dr Lakhsmie.
Sementara itu, untuk menyibak penyebab pasti keracunan massal ini, sampel sisa makanan MBG yang dikonsumsi korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Hasil pengujian mikrobiologi dan kimiawi sampel makanan tersebut diperkirakan baru akan keluar dalam 7 hari mendatang.
Editor: Kastolani Marzuki