Ulama Madura Bangkalan Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
“Kenapa dibebaskan? Karena dari Pulau Jawa ke Madura ya aksesnya Jembatan Suramadu. Tak ada yang lain. Kalau lewat saja bayar, ini kan pengembangan ekonomi di Madura di depannya. Inilah, agar manfaat ini dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Di hadapan ribuan orang yang hadir, dia juga mengklarifikasi isu-isu yang menerpanya di antaranya soal tuduhan bahwa dirinya PKI, antiulama, antek asing, dan kriminalisasi ulama. Jokowi juga mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai aset paling berharga negeri ini.
Presiden tampak didampingi oleh Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Pramono Anung, mantan ketua umum PSSI, La Nyalla Mattaliti, dan Ketua Umum PPP Rommahurmuziy.
Sementara sejumlah ulama Bangkalan yang diundang di antaranya KH Muhammad Faishal Anwar, KH Zubair Muntashor, KH Abdul Azhim Kholily, RKH Fakhrillah Aschal, KH Abdul Muhaimin Makki, dan KH Syaifuddin Damanhuri.
Adapun ulama dari Sampang yang diundang antara lain KH Syafiuddin Wahid, Jabir Ali Ridha, KH Mamak Muafi, KH Ja’far Wahid, KH Fauzan Zainal, Wasik Masrai. Sedangkan ulama dari Pamekasan yang diundang, yaitu KH Afifuddin Toha, KH Muhdlar Qarib, KH Ja’far Fauzi, KH Hamid Mannan, KH Taufiq Hasyim, KH Misbahul Munir LC, dan KH Hadari Ramli.
Ulama dari Sumenep yang ikut dalam deklarasi mendukung Jokowi-Ma’ruf antara lain KH Moh Taufiq Rahman Fm, KH Panji Taufiq, KH Syafraji, KH Imam Hasyim, KH Abdul Muqshid, dan KH Imam Khodri.
Editor: Maria Christina