Update Korban Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah Jadi 666 Santri, 53 Masih Dirawat di RS
SIDOARJO, iNews.id - Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Kamis (3/9/2026) pagi, tercatat sebanyak 666 santri mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG.
Dari total tersebut, sebanyak 53 santri masih menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit di Sidoarjo. Sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatan membaik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, seluruh korban masih terus dipantau oleh petugas kesehatan.
"Ada 666 orang jumlah korban hingga pagi tadi," ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Menurut Lakhsmie, sebagian besar korban yang masih menjalani perawatan mengalami keluhan seperti sakit perut, mual, dan pusing. Sebanyak 53 santri yang masih dirawat mendapatkan penanganan di RSUD Notopuro, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya Sidoarjo.
Pihak rumah sakit masih melakukan observasi terhadap kondisi para korban sebelum memutuskan untuk memulangkan mereka.
"Insya Allah hari ini semua bisa dipulangkan, tadi masih observasi dan dokter juga tidak mau gegabah," katanya.
Salah satu korban, M Zaedan Mulana, mengaku mengalami sakit perut dan mual setelah menyantap menu MBG. Keluhan tersebut dirasakan sejak sehari setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.
"Sakit perut, mual dari kemarin. Makannya telur urak-arik, tempe sama sayur," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Zaedan mengaku masih merasa trauma dan ragu untuk kembali mengonsumsi makanan dari program MBG.
"Masih trauma kalau diberi MBG lagi," katanya sambil menggeleng.
Dugaan keracunan ini sebelumnya terjadi setelah para santri menyantap makanan MBG yang dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. Sejumlah korban mengaku mulai mengalami keluhan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut. Gejala yang paling banyak dirasakan yakni mual, muntah, sakit perut, dan pusing.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan MBG masih dalam proses pemeriksaan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi para santri, termasuk memeriksa sampel makanan dan proses pengolahannya.
Editor: Donald Karouw