Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Truk Bermuatan Setengah Ton Es Kristal Tercebur ke Sungai di Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Viral Video Petugas Disebut Pukuli Orangutan di KBS, Ini Kata Pengelola

Selasa, 25 Juni 2019 - 19:02:00 WIB
Viral Video Petugas Disebut Pukuli Orangutan di KBS, Ini Kata Pengelola
Pengunjung asyik melihat tingkah orang utan di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/6/2019). (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Video seorang keeper atau pawang orangutan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang terlihat seperti memukul-mukul satwa dilindungi itu, viral di media sosial, Selasa (25/6/2019). Video yang diunggah di Instagram dengan nama akun christian_joshuapale itu, sudah dilihat ratusan ribu netizen.

Dalam video, sang pemilik akun juga menambahkan keterangan “heran ya orang utan udah lemah masih dipukuli nonstop". Video ini mendapat banyak komentar dari netizen yang umumnya percaya pawang tersebut memukuli dan menyiksa kera besar itu.

Terkait video viral itu, pihak KBS langsung memberikan klarifikasi. Mereka membantah petugas memukuli orangutan, sebagaimana yang disebut dalam video viral. Yang sebenarnya terjadi, seorang keeper berusaha melerai perkelahian antara dua orangutan bernama Rizki dan Damai.

Caranya, dengan memukulkan selang air ke lantai, tembok dan pintu kandang untuk menakut-nakuti keduanya. Dengan begitu, Rizki yang saat itu sedang menggigit saudaranya Damai, diharapkan segera melepaskan gigitannya. Tindakan itu juga diambil petugas untuk mencegah perkelahian yang bisa berdampak parah bagi kedua satwa.

“Jadi enggak seperti yang di video di Instagram itu. Kita itu pengendaliannya pakai selang air, bukan balok. Itu kita pukulkan ke tembok, lantai, dan pintu kandang biar si Rizki bisa melepaskan gigitannnya dari si Damai. Mereka saudara, lagi bertengkar karena lagi ga mood, jadi mengamuk,“ kata salah seorang keeper orangutan KBS, Fajar, Selasa (25/6/2019).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut