Mengajar di Perbatasan Malaysia, Guru Atasi Kesulitan Internet dengan Belajar Kelompok
"Hal tersebut terpaksa dilakukan sehingga murid tidak ketinggalan dan tetap mendapatkan pelajaran yang maksimal," ujarnya.
Dia mengatakan, guru yang menggelar pembelajaran berkelompok juga diberikan kebebasan mengatur kurikulum yang digunakan dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional dan tercapainya kompetensi dasar (KD) dari satuan pendidikan.
"Harapan kami guru-guru tetap kreatif dan inovatif untuk memberikan pembelajaran pada anak didik dengan tetap tunduk pada aturan hukum serta protokol kesehatan Covid-19," katanya.
Dia berharap, perjuangan guru-guru untuk pergi menuju kelompok belajar murid yang sangat sulit dijangkau ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah dengan memberikan penghasilan tambahan. Menurutnya, hampir 65 persen guru di Bengkayang saat ini telah melakukan inovasi tersebut.
"Sampai saat ini yang mengunjungi kelompok siswa sudah berkisar 65 persen dari seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bengkayang," katanya.
Editor: Reza Yunanto