Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Cheng Ho, Penjelajah China yang Bentuk Komunitas Tionghoa Islam Pertama di Nusantara
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Kue Bulan, Asal Usul dan Maknanya

Jumat, 18 November 2022 - 16:40:00 WIB
Tradisi Kue Bulan, Asal Usul dan Maknanya
Kuliner Khas China Sambut Perayaan Kue Bulan (Foto: iNews/Hari Tambayong)
Advertisement . Scroll to see content

Makna Festival Kue Bulan di Masa Kini

Festival kue bulan bulan dimaknai sebagai perayaan kebersamaan dan acara kuliner yang menarik. Kue bulan ini dibagikan kepada keluarga, teman, dan kerabat untuk mempererat tali silaturahmi. 

Di Indonesia, biasanya kue bulan dikenal dalam dialek Hokkian, yaitu Gwee Pia atau Tiong Ciu Pia. Sementara, dalam dialek Hakka/Khek kue bulan disebut Ngiet-Piang.

Bahkan, beberapa restoran, hotel, dan toko kue menjual kue bulan saat Festival Musim Gugur tiba. Sebagian bentuknya pun masih khas bulan tradisional yang melmabangkan keutuhan keluarga. 

Selain itu, Dewi Bulan sudah tidak lagi dianggap sebagai dewi keberuntungan yang bisa mendatangkan hasil panen berlimpah. Melainkan, sekarang orang Tionghoa menganggap Dewi Bulan sebagai Dewi Cinta. 

Konon jika sepasang kekasih memuja Dewi Bulan di malam hari, mereka akan dikaruniai pasangan yang romantis, langgeng, dan tak terpisahkan. 

Itulah tradisi kue bulan yang berawal dari masyarakat Tiongkok sebagai bentuk persembahan kepada Dewi Bulan.

Editor: Nur Ichsan Yuniarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut