Wali Kota Pontianak Perbolehkan Warga Main Meriam Karbit, tapi Festivalnya Ditiadakan
"Namun, tahun ini festivalnya ditiadakan seperti tahun 2020. Langkah itu diambil sebagai upaya mencegah kerumunan orang di tengah kondisi pandemi Covid-19," katanya.
Dia juga menekankan dan mengajak seluruh pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan paguyuban, bersinergi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Jejen mengatakan, Festival Meriam Karbit ditiadakan lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Pihaknya telah berkomunikasi kepada komunitas meriam karbit terkait hal tersebut. Hasil komunikasi dengan komunitas meriam karbit, mereka bisa menerima keputusan pemerintah meniadakan festival tersebut.
"Mereka juga memahami bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini harus dilakukan secara bersama-sama. Kita mengikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Jejen.
Saat ini, di Kota Pontianak terdapat sekitar 40 kelompok meriam karbit. Seluruh kelompok tergolong aktif sebagai wujud melestarikan budaya di Kota Pontianak.
"Permainan meriam karbit di Kota Pontianak telah menjadi warisan budaya tak benda sehingga hal ini harus kita lestarikan," katanya.
Editor: Maria Christina