Endro mengatakan, para ABK berupaya memadamkan api, namun tidak berhasil. Api semakin membesar hingga kapal tenggelam. Sebelum kapal tenggelam, para ABK memilih terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.
Awalnya, seluruh kru kapal masih berkumpul membentuk kelompok. Namun karena kemampuan fisik berbeda, mereka terpisah hingga akhirnya Endro seorang diri.
“Saya sempat lihat teman-teman saya masih hidup, ada rombongan si kapten. Saya mengapung di air ngumpul sama teman-teman dan akhirnya sendiri,” kata Endro.
Menurut Endro, untuk bertahan hidup, dia terpaksa meminum air kencingnya sendiri. Dia juga sempat mendapat seekor ikan untuk dimakan sebelum akhirnya ditemukan.
“Buat ngilangin haus, saya terpaksa minum air kencing saya sendiri. Trus ada ikan yang lompat di air, langsung saya tangkap, saya makan,” kata Endro.