Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Warga Banjar Rugi Puluhan Juta Imbas Helikopter Angkut Air dari Kolam Pemancingan
Advertisement . Scroll to see content

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, 271 Sekolah di Banjar Terapkan PJJ

Selasa, 01 September 2026 - 15:56:00 WIB
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, 271 Sekolah di Banjar Terapkan PJJ
Kabut asap karhutla di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, semakin pekat hingga memaksa ratusan sekolah mengajukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

MARTAPURA, iNews.id – Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dan sekitarnya semakin mengancam kesehatan masyarakat. 

Merespons kondisi tersebut, sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Banjar, mengajukan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta penyesuaian jam belajar. 

Kebijakan ini diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar demi melindungi para siswa dan tenaga pendidik dari bahaya paparan asap pekat serta penurunan kualitas udara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny menjelaskan, sekolah-sekolah yang mengajukan izin PJJ merupakan satuan pendidikan yang berada di kawasan dengan tingkat kepakatan kabut asap terparah. 

Bagi sekolah di wilayah dengan paparan kabut asap kategori sedang, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tetap berjalan namun jam masuk diundur menjadi pukul 09.00 WITA. 

"Sekolah yang mengajukan PJJ berada di wilayah yang terdampak kabut asap cukup parah. Sedangkan untuk daerah yang tidak terlalu parah, kami minta dilakukan pemunduran jam belajar sebagai langkah antisipasi," ujar Kadisdik Banjar, Liana Penny, Selasa (1/9/2026).

Karhutla Marak di 3 Kecamatan

Langkah penyesuaian kegiatan sekolah ini diambil untuk mengantisipasi potensi tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak-anak sekolah.

Berdasarkan data terkini, ancaman titik api dan kabut asap karhutla di Kabupaten Banjar saat ini masih marak terjadi di tiga wilayah kecamatan utama, yakni Kecamatan Pengaron, Cintapuri Darussalam, dan Kecamatan Gambut. 

Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Kesehatan setempat untuk memantau indeks kualitas udara secara berkala sebelum mengembalikan jam operasional sekolah secara normal.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut