Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabut Asap Karhutla Kepung Banjar Kalsel, 5 Anak Dirawat akibat ISPA
Advertisement . Scroll to see content

Warga Banjar Rugi Puluhan Juta Imbas Helikopter Angkut Air dari Kolam Pemancingan

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:37:00 WIB
Warga Banjar Rugi Puluhan Juta Imbas Helikopter Angkut Air dari Kolam Pemancingan
Aktivitas helikopter water bombing yang mengambil air dari kolam pemancingan untuk memadamkan karhutla dikeluhkan warga Banjar, Kalsel. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BANJAR, iNews.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan helikopter water bombing di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menyisakan keluhan bagi warga lokal.

Pengambilan air yang dilakukan helikopter pengebom air tersebut berdampak pada kerugian material pemilik kolam pemancingan setempat akibat ribuan ikan stres dan mati massal. 

Helikopter water bombing diketahui berulang kali mengambil pasokan air dari salah satu kolam pemancingan milik warga untuk memadamkan titik api karhutla di kawasan sekitar.

Pemilik kolam pemancingan, Jailani mengungkapkan, helikopter tersebut tercatat melakukan pengerukan air menggunakan kantong bucket sebanyak 15 kali pengangkutan. 

Padahal, dirinya mengaku sempat memberikan isyarat visual dari darat agar helikopter tidak mengambil air di kolam usahanya. 

"Kami sebenarnya sudah memberi isyarat dari bawah supaya tidak mengambil air di kolam ini. Tapi helikopter tetap saja mengambil air sampai 15 kali," ujar Jailani, Senin (31/8/2026).

Kondisi tersebut membuat Jailani mengeluhkan kerugian yang tidak sedikit. Setiap kali air kolam menyusut dan harus diisi ulang, ia harus merogoh kocek sekitar Rp600.000 untuk biaya operasional sekali pengisian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut