Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tabrakan dengan Tongkang di Perairan Barito, KM Dharma Kartika II Robek di Lambung
Advertisement . Scroll to see content

Resmikan Program Permata Bunda, Bupati Barito Kuala Minta Dikolaborasikan dengan Program Bulin Tertawa

Senin, 30 Agustus 2021 - 18:14:00 WIB
Resmikan Program Permata Bunda, Bupati Barito Kuala Minta Dikolaborasikan dengan Program Bulin Tertawa
Bupati Barito Kuala Noormiliyani AS meresmikan Program Permata Bunda. (Foto: dok Pemkab Barito Kuala)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara sasarannya, lanjutnya, pada 2021 telah dianggarkan baik melalui APBD Batola. Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas dan APBD Kelurahan dan Desa dengan target 9.096 jiwa yang terdiri 5.201 jiwa ibu hamil dan 3.895 jiwa balita. Kemudian, makanan tambahan yang diberikan berupa makan siang dengan makanan lengkap siap makan (bukan siap saji).

Menu seimbang ini dibuat dari bahan makanan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dari ibu dan balita yang menjadi target dari program dengan pelaksana petugas gizi, bidan, kader posyandu, PKK desa/kelurahan dan kader PKK. Program tersebut dilaksanakan minimal 90 hari berturut-turut atau sampai dengan adanya perubahan status gizi balita dan ibu hamil menjadi baik.

Dia menyatakan, pemerintah berusaha secara serius dalam penanganan masalah gizi kurang dan stunting. Bukan hanya mengintervensi secara spesifik tetapi juga intervensi dalam hal gizi sensitif. Sementara untuk gizi spesifik, dilaksanakan oleh sektor kesehatan.

Di lain sisi, gizi sensitif dilakukan sektor non kesehatan seperti penyediaan air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, pengentasan kemiskinan, kepemilikan dokumen kependudukan yang erat kaitannya dengan program yang pernah diluncurkan pada 2015, yaitu Program Bulin Tertawa atau Ibu Bersalin Terdata dan Pulang Membawa Akta ketika posisi bupati tengah dijabat sang suami, Hasanuddin Murad.

Agar program Permata Bunda bisa lebih sempurna, Noormiliyani meminta agar program ini dikolaborasikan dengan program Bulin Tertawa yang di dalamnya terdapat program pemenuhan Kartu Identitas Anak (KIA) sehingga untuk yang melahirkan ibunya didata sedangkan anaknya akan memiliki KIA dari umur 0 – 16 tahun 11 bulan.

“Saya berharap pak Sekda dan Kadinkes bisa mengkolaborasikan ini sekaligus menjadi program inovasi yang manfaatnya bukan saja mampu mengeliminir kasus kematian bayi dan ibu saat dan pasca melahirkan namun juga mendapat penanganan tenaga kesehatan agar pemberian ASI eksklusif terhadap bayinya bisa dilakukan,” ujarnya.

(CM)

Editor: Rizqa Leony Putri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut