Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Muncul Dekat Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Karhutla, Gubernur Agustiar Minta Sumur Bor Diperbanyak di 6 Wilayah Rawan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:35:00 WIB
Atasi Karhutla, Gubernur Agustiar Minta Sumur Bor Diperbanyak di 6 Wilayah Rawan
Gubernur Kalteng Agustiar Sabra meminta penambahan sumur bor di sejumlah titik prioritas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (29/8/2026) malam. (Foto: Humas)
Advertisement . Scroll to see content

PALANGKA RAYA, iNews.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dikebut. Pemerintah Provinsi Kalteng kini memperkuat strategi pemadaman dengan memperbanyak sumber air di kawasan yang dinilai rawan terbakar.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabra meminta penambahan sumur bor di sejumlah titik prioritas. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (29/8/2026) malam.

Menurut Agustiar, keberadaan sumber air menjadi kunci penting dalam mempercepat respons ketika kebakaran terjadi, terutama di lokasi yang jauh dari sungai atau sumber air permukaan.

“Sumur bor harus ditambah di lokasi-lokasi yang memang membutuhkan. Petakan titiknya dengan baik, sehingga ketika terjadi kebakaran, sumber air sudah tersedia dan tim tidak lagi kesulitan mendapatkannya,” kata Agustiar.

Enam wilayah menjadi perhatian utama, yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur khususnya Sampit, Katingan, dan Seruyan.

Bukan sekadar untuk memadamkan api, sumur bor juga diproyeksikan menjadi bagian dari strategi menjaga lahan gambut tetap basah. Langkah tersebut penting untuk menekan kemungkinan api kembali muncul setelah kebakaran dinyatakan padam.

15 Titik Kebakaran Masih Ditangani

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng Ahmad Toyib melaporkan, hingga Sabtu (29/8/2026), masih terdapat 15 titik kebakaran yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Sementara itu, 10 titik yang sebelumnya masuk dalam lokasi dengan kondisi terparah telah berhasil ditangani.

“Secara kumulatif, tercatat 38.916 titik panas dengan luas lahan terbakar berdasarkan laporan daerah mencapai 60.028,77 hektare. Data Sipongi mencatat luas lahan terbakar 7.634,46 hektare dari 2.090 kejadian karhutla,” ujar Toyib.

Penanganan di lapangan saat ini melibatkan 7.208 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan. Jumlah tersebut ditargetkan terus diperkuat hingga mencapai 10.700 personel.

Ahmad mengatakan pola penanganan tidak hanya berfokus pada mengejar kobaran api. Pembasahan kawasan gambut menjadi bagian penting untuk mencegah api menjalar kembali.

“Pembasahan lahan menjadi salah satu langkah penting, terutama pada kawasan gambut. Air dari sumber terdekat dipompa untuk menjaga kondisi lahan agar tetap basah dan mengurangi potensi api menjalar di bawah permukaan,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut