Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Landa Gunung Arjuno, Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

Berjibaku Padamkan Karhutla Kotim, Relawan Pingsan Dikepung Asap Tebal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:24:00 WIB
Berjibaku Padamkan Karhutla Kotim, Relawan Pingsan Dikepung Asap Tebal
Ilustrasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah meluas. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

KOTIM, iNews.id – Seorang relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pingsan. Relawan bernama Rizki Mubarrak kelelahan dan terjebak kepungan asap tebal saat memadamkan api.

Anggota tim relawan pemadam kebakaran Masjid Jami Assalam Sampit itu, tiba-tiba jatuh pingsan ketika berada di tengah lahan yang terbakar. Sebelumnya, dia bersama tim telah memadamkan karhutla di tiga lokasi berbeda sejak pukul 12.00 WIB.

Saat kejadian, Rizki tidak sendirian. Rekan-rekannya langsung mengevakuasi korban dengan cara digotong menuju mobil ambulans kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Doktor Murjani Sampit.

Ketua Tim Relawan Pemadam Kebakaran Masjid Jami Assalam, Muhammad Mandang mengatakan, kondisi Rizki diduga akibat kelelahan setelah berjam-jam terlibat dalam pemadaman karhutla.

Selain Rizki, seorang petugas Posko Gabungan Pengendalian Karhutla bernama Gusti juga tumbang setelah terlalu banyak menghirup asap pekat dan menyengat saat membantu memadamkan api di kawasan Perumahan Wengga Metropolitan 19 Sampit.

Meski tidak sampai pingsan, Gusti mengalami kelelahan setelah terpapar asap saat berada di lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menunjukkan beratnya tugas petugas dan relawan yang berada di garis depan pemadaman karhutla.

Para relawan berharap kondisi mereka mendapat perhatian, terutama dengan dukungan kebutuhan nutrisi, vitamin, atau suplemen tambahan selama menjalankan tugas pemadaman.

Mereka mengaku tetap bekerja secara sukarela siang dan malam untuk membantu memadamkan karhutla tanpa menerima bayaran. Bahkan, kebutuhan operasional tim seperti bahan bakar minyak, makanan, dan minuman selama bertugas masih dibiayai secara mandiri.

Kondisi tersebut membuat para relawan berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait agar mereka dapat menjalankan tugas pemadaman dengan kondisi fisik yang lebih terjaga.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut