Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga, Pendapatan Ojol Palangka Raya Anjlok
PALANGKA RAYA, iNews.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai memukul perekonomian warga. Salah satu yang terdampak, pengemudi ojek online (ojol), yang mengaku mengalami penurunan penghasilan hingga 50 persen akibat sepinya pesanan.
Pekatnya kabut asap membuat sebagian warga memilih beraktivitas di dalam rumah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya permintaan jasa transportasi daring sehingga pendapatan para pengemudi ikut merosot.
Jailani, salah seorang pengemudi ojol di Palangka Raya, mengatakan, jumlah pesanan yang diterimanya kini jauh berkurang dibandingkan hari normal. Situasi tersebut membuat penghasilannya anjlok.
"Karena dampak kabut asap ini masyarakat kurang keluar rumah mengingat kondisi seperti ini," kata Jailani.
Penurunan pendapatan ini menambah dampak karhutla yang dirasakan masyarakat. Selain mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari, kabut asap juga memengaruhi sektor pendidikan serta kegiatan ekonomi warga.
Dia berharap kabut asap segera menghilang agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dia juga meminta pemerintah pusat dan daerah memaksimalkan penanganan karhutla agar dampaknya tidak semakin meluas.
Menurutnya, penanganan yang cepat diperlukan untuk mengurangi gangguan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi warga yang terdampak.
Editor: Kurnia Illahi