Kabut Asap Karhutla Ganggu Aktivitas Sekolah di Palangka Raya, Siswa dan Guru Terserang Ispa
PALANGKA RAYA, iNews.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Selain mengurangi jarak pandang, kualitas udara yang memburuk juga berdampak pada kesehatan guru dan siswa.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 1 Menteng di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya. Pihak sekolah menyebutkan sejumlah guru mulai mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap saat menjalankan kegiatan belajar mengajar.
"Yang pastinya mengganggu saluran pernapasan dan banyak juga guru-guru yang terkena Ispa dan anak-anak juga banyak yang izin karena Ispa," ujar Elsi, guru SDN 1 Menteng.
Dalam beberapa hari terakhir, jumlah siswa yang mengalami demam, batuk, dan pilek juga terus bertambah. Bahkan, sebagian siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran karena kondisi kesehatannya menurun.
Mengacu pada surat edaran Dinas Pendidikan setempat, sekolah menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko paparan asap. Siswa diwajibkan menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas di luar kelas dibatasi.
Selain itu, apabila kondisi udara dinilai tidak sehat mulai pukul 09.00 WIB, siswa kelas I dan II dipulangkan lebih awal. Sementara jam belajar siswa kelas III hingga VI dikurangi agar waktu paparan terhadap kabut asap dapat diminimalkan.
Kepala SDN 1 Menteng, Deni, mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk melindungi kesehatan guru dan peserta didik selama kabut asap masih terjadi.
"Kalau hari ini rata-rata setiap kelas itu ada 2-3 anak. Jadi dari 300 siswa, kurang lebih 5-10 persen izin tidak sehat," ujar Deni.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, hingga saat ini telah terjadi 138 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 157,90 hektare yang tersebar di empat kecamatan.
Petugas gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang kini mulai mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya.
Editor: Kurnia Illahi