Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyelidikan Penyebab Karhutla Gunung Semeru Terkendala Titik Api Belum Padam
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Dekati Permukiman Warga di Palangka Raya, Petugas Kehabisan Air

Kamis, 03 September 2026 - 09:06:00 WIB
Karhutla Dekati Permukiman Warga di Palangka Raya, Petugas Kehabisan Air
Kebakaran hutan dan lahan di Jalan Pasendeng, Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga kobaran api mendekati permukiman warga. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

PALANGKA RAYA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pasendeng, Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, hingga kobaran api mendekati permukiman warga. Petugas sempat kehabisan pasokan air sehingga pemadaman dilakukan secara manual bersama warga menggunakan peralatan seadanya.

Api membakar lahan gambut yang kondisinya kering di tengah musim kemarau dan cuaca ekstrem. Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mengerahkan mobil tangki untuk memadamkan api. Namun, kondisi lahan dan embusan angin membuat upaya pemadaman tidak mudah.

Kobaran api bahkan hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga panik dan khawatir api merembet ke permukiman.

Di tengah proses pemadaman, pasokan air dari mobil tangki habis. Petugas kemudian bersama warga bahu-membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

"Tangki sudah tiga kali mengambil (air) tapi habis terus. Angin cukup kencang di sini, jadi api sulit untuk dikejar," ujar petugas Dalkarhutla Dishut Kalteng, Yajid di lokasi.

Warga mengambil air dari rumah masing-masing dan menggunakannya untuk membantu petugas mengendalikan kobaran api. Ember digunakan untuk menyiram titik-titik api yang masih menyala agar tidak kembali merambat.

Setelah berjibaku bersama, petugas dan warga akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dengan bantuan mesin pompa portabel milik warga. Air dari kolam penampungan kemudian dimanfaatkan untuk pemadaman sekaligus pendinginan.

Upaya pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyulut kebakaran. Petugas dan warga tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut