Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Makin Meluas, ASN Kotim Turun Tangan Suplai Air untuk Padamkan Api
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla di Kalteng Capai 148 Hektare, 66.679 Warga Terserang ISPA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:28:00 WIB
Karhutla di Kalteng Capai 148 Hektare, 66.679 Warga Terserang ISPA
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih terus meluas seiring musim kemarau dan cuaca ekstrem. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus meluas di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Berdasarkan data harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng per Selasa (18/8/2026) sore, tercatat sebanyak 46 kejadian karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 148,71 hektare.

Dalam periode yang sama, BPBD Kalteng mendeteksi keberadaan 1.026 titik panas (hotspot) yang tersebar merata di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. 

Maraknya peristiwa karhutla dan kabut asap pekat berdampak langsung pada kualitas udara serta kesehatan masyarakat. BPBD Kalteng mencatat angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah melonjak drastis. 

"Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA," tulis keterangan resmi BPBD Kalteng melalui akun Instagram resminya, Kamis (20/8/2026). 

Karhutla meluas di Palangkaraya dan memicu kabut asap, sementara kasus ISPA meningkat dari 340 pada Juni menjadi 354 pada Juli 2026. (Foto: iNews).
Karhutla meluas di Palangkaraya dan memicu kabut asap, sementara kasus ISPA meningkat dari 340 pada Juni menjadi 354 pada Juli 2026. (Foto: iNews).

Melihat kondisi tersebut, pemerintah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu menggunakan masker guna melindungi diri dari bahaya paparan asap karhutla.

Guna menjinakkan kobaran api dan melokalisasi karhutla di lapangan, sebanyak 10.700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan diterjunkan ke lokasi terdampak. 

Penanganan di darat juga diperkuat melalui operasi udara dengan pengerahan lima unit helikopter water bombing serta satu unit pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut