Karhutla di Kalteng Capai 148 Hektare, 66.679 Warga Terserang ISPA
JAKARTA, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus meluas di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Berdasarkan data harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng per Selasa (18/8/2026) sore, tercatat sebanyak 46 kejadian karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 148,71 hektare.
Dalam periode yang sama, BPBD Kalteng mendeteksi keberadaan 1.026 titik panas (hotspot) yang tersebar merata di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Maraknya peristiwa karhutla dan kabut asap pekat berdampak langsung pada kualitas udara serta kesehatan masyarakat. BPBD Kalteng mencatat angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah melonjak drastis.
"Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA," tulis keterangan resmi BPBD Kalteng melalui akun Instagram resminya, Kamis (20/8/2026).

Melihat kondisi tersebut, pemerintah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu menggunakan masker guna melindungi diri dari bahaya paparan asap karhutla.
Guna menjinakkan kobaran api dan melokalisasi karhutla di lapangan, sebanyak 10.700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga relawan diterjunkan ke lokasi terdampak.
Penanganan di darat juga diperkuat melalui operasi udara dengan pengerahan lima unit helikopter water bombing serta satu unit pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Tercatat sebanyak 1.026 titik hotspot, dengan luas area terbakar mencapai 148,71 hektare, 46 kejadian karhutla, serta melibatkan 10.700 personel gabungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan," tulis BPBD Kalteng.
BPBD Kalteng kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan dan bersama-sama menjaga lingkungan guna mencegah potensi kebakaran yang lebih luas.
Editor: Kastolani Marzuki