Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Kembali Berkobar di Kotim, Api Kepung Jalur Trans Kalimantan
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Kembali Menyala di Sampit, Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:29:00 WIB
Karhutla Kembali Menyala di Sampit, Asap Tebal Ganggu Aktivitas Warga
Petugas Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Jalan Pramuka, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SAMPIT, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan perkotaan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2026). Api membakar lahan gambut di Jalan Pramuka, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. 

Petugas mengerahkan tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran untuk menjinakkan kobaran api. Kondisi lahan yang kering dan dipenuhi vegetasi membuat api cepat membesar dan meluas. 

Petugas harus bekerja keras memadamkan api di lahan gambut dengan kedalaman mencapai tiga meter karena lokasinya berdekatan dengan permukiman warga.

Sejumlah kendaraan dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut, termasuk mobil pemadam kebakaran milik TNI dan kendaraan armored water cannon (AWC) milik Brimob. Upaya pemadaman juga terkendala lalu lintas Jalan Pramuka yang padat.

Kebakaran sebenarnya telah terjadi sejak Senin dini hari dan sempat dipadamkan. Namun, api kembali menyala menjelang siang sehingga petugas harus melakukan pemadaman ulang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Imam Subekti mengatakan Satgas Karhutla bergerak cepat menangani kebakaran, terutama di kawasan perkotaan. 

Untuk memperkuat penanganan, BPBD telah menyiapkan 22 regu pemadam untuk bertugas pada siang hari dan delapan regu pada malam hari.

"Hari ini kita ada 22 regu yang standby pagi, ada 8 regu standby malam dan kemarin penanganan ada di 17 titik," ujar Imam.

Berulangnya karhutla di wilayah perkotaan maupun kecamatan membuat Sampit terus diselimuti asap tebal. Kondisi ini dikeluhkan warga karena membatasi aktivitas di luar ruangan.

Sejumlah sekolah bahkan terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh secara daring karena kualitas udara di Sampit dilaporkan berada pada level berbahaya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut