Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Gunung Ciremai Masuk Hari Keempat, Water Bombing Dikerahkan
Advertisement . Scroll to see content

Padamkan Bara Api di Gambut, Satgas Karhutla Kotim Gunakan Metode Suntik Air

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:49:00 WIB
Padamkan Bara Api di Gambut, Satgas Karhutla Kotim Gunakan Metode Suntik Air
Satgas Karhutla Kotawaringin Timur menggunakan metode suntik gambut untuk memadamkan bara api di bawah tanah. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

KOTIM, iNews.id - Satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggunakan metode suntik gambut atau subut untuk memadamkan bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah. Metode ini dinilai efektif untuk menuntaskan pemadaman sekaligus mencegah api kembali menyala.

Lahan gambut yang masih mengeluarkan asap menjadi tanda bahwa bara api kemungkinan masih membara di bawah permukaan tanah. Jika tidak dipadamkan hingga tuntas, bara tersebut dapat terus menghasilkan asap yang memperparah kabut asap serta memicu kebakaran kembali.

Dalam metode subut, petugas menyuntikkan air ke dalam tanah gambut menggunakan alat khusus berbahan besi berlubang yang berfungsi menyalurkan air ke titik bara. Cara ini memungkinkan air menjangkau bagian tanah yang sulit dipadamkan dengan penyiraman biasa.

Meski dinilai efektif, metode suntik gambut membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar. Karena itu, penerapannya untuk sementara diprioritaskan di wilayah perkotaan atau lokasi yang memiliki sumber air memadai.

"Memang dia padam tapi membutuhkan suplai air yang banyak sekali. Memang permasalahan kita saat ini, air karena satu tangki itu hanya beberapa meter sudah habis," ujar Bupati Kotim Halikinnor di lokasi.

Dia mengatakan, kabut asap yang semakin pekat tidak hanya dipicu kebakaran lahan di wilayah perkotaan, tetapi juga asap kiriman dari sejumlah kecamatan yang mengalami karhutla.

Beberapa wilayah yang mengalami kebakaran cukup luas antara lain Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Kota Besi, dan Seranau.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut