Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyerangan Polisi di Katingan, Pelaku Kedua Ditangkap Bawa Barang Bukti Parang
Advertisement . Scroll to see content

Tragedi Penggerebekan Narkoba di Katingan, Ini Identitas 3 Polisi Gugur saat Bertugas

Senin, 06 Juli 2026 - 13:29:00 WIB
Tragedi Penggerebekan Narkoba di Katingan, Ini Identitas 3 Polisi Gugur saat Bertugas
Suasan pemakanan Aipda Yudhie salah satu dari tiga polisi yang gugur saat penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. (Foto: iNews TV/Ade Sata)
Advertisement . Scroll to see content

KATINGAN, iNews.id - Tiga polisi gugur saat menggerebek bandar narkoba di Kabupten Katingan, Kalimantan Tengah. Ketiganya merupakan personel Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumariyanto.

Ketiga anggota Polri itu menjadi korban dalam insiden penyerangan saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Aipda Yudhie Perdana Putra gugur setelah menjadi korban penyerangan. Sementara Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat berupaya menyelamatkan diri dengan terjun ke Sungai Katingan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sore. Bripda Nopandri ditemukan di aliran Sungai Katingan, Desa Tumbang Lahang. Lokasi penemuannya berada sekitar 36,4 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang.

Kemudian jasad Aiptu Sumariyanto ditemukan pada Minggu (5/7/2026). Lokasinya berada sekitar 8 kilometer dari titik awal kejadian penyerangan, tepatnya di wilayah Desa Rantau Asem, Kabupaten Katingan. Saat dievakuasi, kondisi jenazah sudah membengkak karena diperkirakan berada di dalam air selama beberapa hari.

Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah ke darat. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya.

Jenazah Aiptu Sumariyanto dijadwalkan menjalani autopsi oleh tim dokter forensik. Proses itu dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, Kedua personel Polri tersebut awalnya hilang setelah operasi penangkapan terduga pengedar narkoba di Desa Tumbang Kalamei berubah menjadi penyerangan massa.

Rekan almarhum Aiptu Sumariyanto, AKP Miftah Khairil Mukti, menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya korban dalam peristiwa tersebut.

"Kami merasa kehilangan rekan yang menjadi salah satu korban dari bandar narkoba. Kami berduka dan kehilangan. Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT," ujarnya.

Polisi memastikan proses penyidikan masih terus berjalan. Selain itu masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.

Hingga kini, dua terduga pelaku telah ditangkap. Penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku dalam peristiwa yang menyebabkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas tersebut.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut