Sakit Hati Sering Difoto Jadi Bahan Olokan Rekan Kerja, Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor
KUTAI KARTANEGARA, iNews.id - Pegawai outsourcing Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) berinisial MA diduga membakar ruang rapat kantor tempatnya bekerja. Aksi tersebut diduga dilatabelakangi rasa sakit hati pelaku lantara sering menjadi bahan olokan rekan kerja.
Pelaku MA yang bertugas sebagai operator call center Diskominfo Kukar diamankan polisi setelah diduga sengaja membakar ruang rapat di lantai tiga gedung Diskominfo Kukar, Selasa (11/8/2026).
Informasi diperoleh, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WITA. Api kemudian berhasil dikendalikan petugas sekitar pukul 09.20 WITA.
Akibat kejadian tersebut, ruang rapat mengalami kerusakan. Sejumlah fasilitas seperti meja, kursi, dan layar rapat hangsu terbakar. Namun, tidak ada dokumen maupun arsip penting yang terbakar karena ruangan tersebut tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan berkas.
Kasi Humas Polres Kutai Kartanegara Iptu Haryo Jipang Painolan mengatakan MA telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Penanganan kasus pembakaran kantor kini dilakukan Satreskrim Polres Kukar setelah Diskominfo Kukar membuat laporan resmi.
MA diketahui merupakan pegawai pihak ketiga atau outsourcing yang bertugas sebagai Operator Command Center Diskominfo Kukar. Saat diamankan, dia sempat melakukan perlawanan, namun polisi berhasil membawanya ke Mapolres Kukar.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa bahan bakar minyak jenis Pertalite senilai Rp40.000 yang dimasukkan ke dalam galon air mineral.
Menurut hasil pemeriksaan awal, aksi pembakaran diduga dipicu persoalan pribadi antara MA dengan rekan-rekan kerjanya. Pelaku MA merasa kesal karena sering difoto secara diam-diam oleh orang-orang di lingkungan kantor.
Foto tersebut kemudian disebut dijadikan bahan candaan hingga dibuat menjadi stiker dan dibagikan ke grup percakapan.
“Pelaku merasa kesal karena orang kantor memfoto pelaku diam-diam dan sering. Dan dijadikan bahan olokan,” katanya.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Elnath mengatakan, MA mengaku merasa menjadi korban perundungan di lingkungan kerja.
“Motifnya, dia pernah merasa kesal dengan lingkungan Diskominfo, karyawan lain, karena dirinya sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker. Di-bully,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, MA diduga telah menyiapkan bahan bakar sebelum melakukan aksi pembakaran. Polisi menyebut jumlah Pertalite yang dibawa ke ruang rapat diperkirakan mencapai 30 hingga 40 liter.
Persiapan tersebut diduga dilakukan pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA. Namun, polisi masih mendalami waktu pasti serta rangkaian kejadian sebelum pembakaran terjadi. Penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Diskominfo Kukar untuk mengetahui kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Editor: Donald Karouw