Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Anak Krakatau Meletus, Muntahkan Abu Vulkanis Setinggi 200 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Anak Krakatau Siaga, Aktivitas Pelayaran di Selat Sunda Masih Normal

Rabu, 08 Juli 2026 - 14:13:00 WIB
Gunung Anak Krakatau Siaga, Aktivitas Pelayaran di Selat Sunda Masih Normal
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus meningkat dalam sepekan terakhi. Warga diminta jauhi radius 3 km dari kawah. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda hingga kini masih tinggi dan bertahan di Status Siaga (Level III). Meski dibayangi ancaman erupsi, sejumlah nelayan di Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan, memilih untuk tetap melaut demi menyambung hidup.

Pantauan di lokasi, Rabu (8/7/2026), geliat aktivitas di Dermaga Bom Kalianda tetap dipadati para nelayan. Mereka tampak sibuk menyiapkan perbekalan, memeriksa kondisi mesin perahu, hingga merapikan jaring sebelum berangkat mencari ikan ke Selat Sunda.

Para nelayan mengaku tidak memiliki pilihan lain. Hasil tangkapan ikan harian merupakan satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah.

"Kami tetap melaut karena mengandalkan hasil tangkapan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga," ujar Ucok, salah seorang nelayan di Dermaga Bom Kalianda.

Meski begitu, Ucok menegaskan para nelayan tidak senekat itu untuk mendekati zona bahaya. Mereka berkomitmen penuh untuk mematuhi imbauan dari pihak berwenang.

Hal senada diungkapkan oleh Rohidin, nelayan lainnya. Menurutnya, situasi di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau saat malam hari kini berubah mencekam dan gelap gulita. 

"Saat malam hari, suasana di perairan dekat Gunung Anak Krakatau saat ini gelap gulita. Tidak ada aktivitas nelayan yang berani mendekati gunung," kata Rohidin.

Merespons aktivitas GAK yang masih fluktuatif, otoritas pelabuhan bersama instansi terkait terus memperketat pengawasan. Para nakhoda kapal dan nelayan tradisional diimbau keras untuk tidak memasuki zona bahaya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut