Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Begini Gejala Penyakit Saraf yang Tak Boleh Diabaikan, Bisa Serang Kaum Muda
Advertisement . Scroll to see content

Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Penyebabnya, Ketahui Cara Mencegah dan Mengobati

Selasa, 11 Oktober 2022 - 12:55:00 WIB
Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Penyebabnya, Ketahui Cara Mencegah dan Mengobati
Jenis sakit kepala dan penyebabnya. (Foto: Timesofindia)
Advertisement . Scroll to see content

3. Sakit kepala kompresi eksternal

Sakit kepala kompresi eksternal dapat terjadi ketika sesuatu yang dikenakan di kepala, seperti topi, kacamata, atau peralatan olahraga, menekan dahi dan menyebabkan rasa sakit pada kulit.  Pasien jenis ini biasanya adalah pekerja bangunan, tentara, polisi atau atlet yang mengalami sakit kepala setelah berolahraga.

Namun, orang lain yang memakai topi atau ikat kepala ketat juga rentan mengalami kondisi yang sama.  Gejalanya biasanya nyeri sedang dan konstan di daerah di mana kepala ditekan.  Jika sandaran kepala dipakai untuk waktu yang lama, rasa sakitnya bisa memburuk.

4. Sakit kepala mendadak atau thunderclap headache

Seperti namanya, sakit kepala thunderclap adalah jenis sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba, seperti sambaran petir.  Sakit kepala ini biasanya terjadi dengan cepat dan memuncak dalam satu menit.  Penyakit ini sering disertai dengan gejala lain seperti mual atau muntah, demam atau kejang.

Sakit kepala thunderclap adalah kondisi yang jarang terjadi.  Namun, ini adalah jenis sakit kepala yang berbahaya karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang mengancam jiwa, seperti pendarahan di dalam dan di sekitar otak.  Karena itu, jika Anda merasakan gejala sakit kepala yang tiba-tiba, Anda harus segera mencari bantuan medis.

5. Sakit kepala hormonal

Pada umumnya sakit kepala bisa terjadi karena perubahan hormonal pada wanita, seperti haid atau menstruasi, hamil, dll.  Sakit kepala menstruasi juga dikenal sebagai migrain menstruasi.  Ini biasanya terjadi sebelum, selama atau setelah menstruasi, karena perubahan estrogen.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut