AM mengaku kerap disiksa ibu tirinya saat ayah kandung yang bekerja sebagai nelayan tengah melaut. Tak hanya dipukul dengan benda keras, korban juga sering diinjak, dibenturkan ke papan bahkan diikat dengan tali di tiang rumah.
“Kalau ga ada Bapak, saya digebukin. Kadang dikasih makan kadang ga. Mau makan kue ga boleh, terus dipukul,” kata AM.
Puncak penyiksaan terjadi Rabu (20/11/2019) lalu. Tangan korban dibakar di atas kompor gas oleh pelaku, kemudian AM diperintahkan berendam di air pantai.
Kini keluarga AM berharap ada bantuan dari pemerintah dalam bentuk pendampingan atau terapi mental untuk korban. Rosita berharap, rasa trauma berkepajangan yang dialami keponakannya dapat segera diatasi.
Sebelumnya, tangan seorang anak laki-laki dibakar ibu tiri langsung di atas kompor di Pesarawan, Lampung. Akibatnya, tangan korban melepuh dan cacat permanen. Peristiwa ini terjadi di Desa Sukajaya Laut, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (20/11/2019).
Korban yang sudah jadi anak yatim ini sempat mendapatkan perawatan di Puskesman Kedaung, namun dirujuk ke RSUD Tjokrodipo Bandar Lampung. Kini korban tinggal bersama bibi dan enggan pulang ke rumah bapak.
Editor: Umaya Khusniah