Demi Pendidikan, Siswa di Seram Bagian Timur Nekat Terjang Banjir
Menurut salah satu guru SMP 16 Seram Bagian Timur, Werto Wailisahalong, tidak adanya jembatan penghubung menjadi kendala para siswa dan juga warga yang hendak menuju ke sejumlah desa di Kecamatan Werinama. Apalagi di musim penghujan, air sungai kerap meluap sehingga warga tidak dapat melewatinya.
"Saat musim penghujan seperti saat ini, sungai dengan cepat meluap. Sehingga, mereka seringkali tidak dapat lewat," katanya, Jumat (17/7/2020).
Maka dari itu, pihak sekolah pun memaklumi kondisi alam. Bagi para siswa yang tinggal di seberang sungai diizinkan untuk tidak bersekolah hingga nanti cuaca membaik.
"Seringkali mereka yang berhasil melewati sungai dan sampai ke sekolah, tapi dengan kondisi basah kuyup. Jadi kami mereka diminta untuk pulang, agar tidak sakit," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas pembelajaran para siswa. Namun pihak sekolah tidak dapat berbuat banyak.
Dia dan para guru hanya bisa berharap pemerintah melalui dinas terkait segera membangun jembatan penghubung. "Semoga cepat ada akses penghubung agar mau kemana saja mudah," katanya.
Editor: Umaya Khusniah