Sering Muncul di Sungai, Seekor Buaya Ditangkap dan Diserahkan Warga Ke BKSDA Maluku
Atas permintaan warga ini, BKSDA telah membentuk tim untuk melakukan pengamatan, observasi dan penangkapan buaya tersebut. Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah wilayah sungai tersebut merupakan habitat buaya atau bukan. Selain itu juga, serta untuk mengetahui secara pasti jumlah buaya yang masih tersisa.
"Kami berharap masyarakat jika suatu saat menemukan atau menangkap buaya, segera melapor ke Call Center Balai KSDA Maluku untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya.
Sementara buaya hasil penyerahan masyarakat Negeri Larike saat ini telah diamankan di kandang Transit Passo. Buaya tersebut akan untuk menjalani proses pemeriksaan kesehatan, karantina dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter hewan BKSDA Maluku, buaya tersebut berjenis kelamin betina dan dalam kondisi sehat.
Buaya tersebut akan dikarantina dan direhabilitasi terlebih dahulu sambil mencari lokasi yang cocok untuk pelepasliaran. Rencananya buaya akan dilepaskan di kawasan Konservasi Suaka Alam Sungai Nief di Seram Bagian Timur atau kawasan Taman Nasional (TN) Manusela di Kabupaten Maluku Tengah.
Lokasi tersebut merupakan salah satu habitat asli dari Buaya Muara (Ctvmciylus porosus) yang berada di Pulau Seram.
Editor: Umaya Khusniah