Mandi di Laut saat Air Pasang, Gadis di Lotim Terseret Arus
Dia juga menuturkan bahwa saat korban sedang mandi, arus air laut sedang deras karena pasang. Sementara korban diketahui sejak kecil mengidap menyakit epilepsi.
“Pada saat mandi korban menyelam dan lama tidak muncul kepermukaan sehingga teman-temannya pulang karena dikira sudah naik dan tidak satupun temannya yang mengetahui korban tenggelam dan terseret arus,“ tuturnya.
Pihak Kepolisian bersama Tim SAR dan personel TNI melakukan upaya pencarian korban dibantu dengan warga setempat. Setelah melakukan upaya pencarian selama sekitar 4 jam, korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi telungkup tidak jauh dari lokasi korban mandi sekitar pukul 17.00 wita.
“Kebetulan saya yang pertama kali melihat korban mengapung dengan posisi kaki di atas pada kedalaman sekitar dada orang dewasa. Jaraknya sekitar 50 meter dari bibir pantai,“ ujar komandan Regu Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Timur, Abdul Aziz.
Selama pencarian, lanjutnya, tim dibantu warga sekitar dan dari unsur TNI/Polri serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lotim berbagi zona, ada yang mengambil haluan kiri dan kanan.
“Kami bersama rekan dari TRC BPBD Lotim melakukan penyisiran mengambil haluan kiri dan alhamdulillah berhasil menemukan korban,“ katanya.
Dijelaskannya, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka karena pihak keluarga menolak untuk dibawa ke Puskesmas untuk proses autopsi.
Editor: Nani Suherni