Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Demerina Korban Penculikan KKB di Mimika, Tidak Makan dan Berteman Mayat
Advertisement . Scroll to see content

1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika Meninggal Kelaparan, 20 Hari di Hutan Tanpa Makan-Minum

Senin, 14 September 2026 - 16:46:00 WIB
1 Korban Penyanderaan KKB di Mimika Meninggal Kelaparan, 20 Hari di Hutan Tanpa Makan-Minum
Korban penyanderaan KKB di Mimika, Demerina Uamang, berhasil dievakuasi ke Timika, sedangkan rekannya, Yosina meninggal dunia. (Foto: iNews TV/Nathan Making)
Advertisement . Scroll to see content

MIMIKA, iNews.id - Satu dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penyanderaankelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ditemukan meninggal dunia. Korban bernama Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang (23) yang berhasil dievakuasi selamat di wilayah Kampung Bela 1, Distrik Alama.

Demerina berhasil dievakuasi oleh Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat ke Timika pada Senin (14/9/2026). Sementara Yosina meninggal dunia dalam kondisi yang sangat lemah karena kelaparan setelah diduga tidak mendapatkan asupan makanan selama berada dalam penyanderaan.

Peristiwa penculikan terhadap sembilan warga tersebut terjadi pada 17 Agustus 2026 di Jila, Kabupaten Mimika. Sejak saat itu, aparat bersama berbagai pihak terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap para korban.

Informasi mengenai keberadaan korban mulai diterima Satgas pada 7 September 2026. Informasi tersebut berasal dari jaringan yang berada di Distrik Jila.

Saat itu, seorang kepala kampung dari Kampung Bela 1 datang ke Distrik Jila dan melaporkan masyarakat menemukan seorang korban selamat di wilayah Bela.

Karena identitas korban belum diketahui, Satgas kemudian melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, korban tersebut diketahui bernama Demerina Uamang, salah satu dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penculikan.

“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus yang lalu,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin (14/9/2026).

Namun, Demerina ternyata tidak ditemukan seorang diri. Dia berada bersama rekannya, Yosina.

Sayangnya, kondisi Yosina sudah sangat lemah hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” ujar Kombes Yusuf.

Menurut Kombes Yusuf, Demerina dan Yosina telah bertahan sekitar 20 hari dalam kondisi yang sangat berat di kawasan hutan.

Demerina ditemukan dalam keadaan lemah. Setelah ditemukan masyarakat Kampung Bela, korban kemudian mendapat perawatan sebelum akhirnya dapat dievakuasi ke Timika.

“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Demerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah. Kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat,” ucapnya.

Sementara korban Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

Setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Demerina, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat langsung berkoordinasi untuk menyiapkan proses evakuasi.

Namun, upaya penjemputan sempat terkendala cuaca buruk. Helikopter yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban tidak dapat menembus lokasi.

“Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” ujar Kombes Yusuf.

Proses evakuasi baru dapat dilakukan pada Senin pagi setelah kondisi cuaca dinilai lebih memungkinkan. Tim yang terdiri atas personel Satgas Operasi Damai Cartenz, tokoh masyarakat, serta kepala kampung kemudian menuju lokasi untuk menjemput Demerina.

“Tadi pagi, alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” katanya.

Demerina kemudian diterbangkan menggunakan helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.

Korban tiba di landasan heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.

Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” ucapnya.

Kondisi Demerina yang masih mengalami syok membuat aparat belum dapat meminta keterangan lebih lanjut mengenai peristiwa yang dialaminya.

“Sementara adik Demerina belum dapat kita minta memberikan keterangan karena kondisinya memang sangat syok. Mungkin dia melihat bagaimana rekannya, adik Yosina, meninggal dunia di sampingnya,” ujar Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan keberhasilan evakuasi Demerina merupakan hasil kerja bersama dengan mengutamakan keselamatan korban dan kondisi keamanan di lapangan.

“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kamtibmas," ujarnya.

Menurutnya, dalam proses ini dibutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.

"Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu,” katanya.

Wakaops Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan proses penjemputan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan faktor keamanan, medan, cuaca, dan situasi di lokasi.

“Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kami harus memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi. Ketika kondisi memungkinkan, tim langsung melaksanakan evakuasi dan membawa korban ke Timika untuk mendapatkan pemeriksaan medis,” ujar Kombes Adarma.

Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut masih ada tujuh korban lainnya yang selamat dan terus diupayakan untuk ditemukan serta dievakuasi.

“Khusus kepada warga masyarakat yang ada di Timika dan sekitarnya, kami mohon agar tetap tenang, karena pihak Kepolisian, Satgas Damai Cartenz dan Polres jajaran tetap akan mengupayakan mengevakuasi korban yang selamat lainnya,” ujarnya.

Keluarga korban, Nelson Mom, menyebut Demerina dan korban lainnya mengalami kondisi yang sangat berat selama berada dalam penyanderaan.

“Selama dalam penyanderaan, kami mengalami keadaan yang sangat sulit. Kami tidak mendapatkan makanan dan kondisi sangat berat. Kami bersyukur Demerina sekarang sudah berhasil dijemput dan bisa mendapatkan pemeriksaan di Timika,” ujar Nelson.

Satgas meminta masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan tujuh korban lainnya segera melaporkannya kepada aparat keamanan atau pihak berwenang.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan korban maupun warga lainnya.

Hingga kini, proses penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya masih dilakukan dengan melibatkan aparat, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak yang memiliki akses informasi mengenai keberadaan para korban.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut