Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 1 Korban Penyanderaan KKB di Jila Mimika Berhasil Diselamatkan, Dievakuasi ke Timika
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Demerina Korban Penculikan KKB di Mimika, Tidak Makan dan Berteman Mayat

Senin, 14 September 2026 - 16:31:00 WIB
Cerita Demerina Korban Penculikan KKB di Mimika, Tidak Makan dan Berteman Mayat
Korban penculikan KKB di Mimika, Papua, Demerina, dievakuasi dengan selamat oleh Satgas Damai cartenz. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

TIMIKA, iNews.id – Tim Gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23), satu dari sembilan warga korban penculikanKelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Demerina ditemukan selamat usai bertahan hidup selama 20 hari di dalam hutan tanpa makanan dan minuman.

Evakuasi dilakukan dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, menuju Timika, Papua Tengah, Senin (14/9/2026) pagi, menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Damai Cartenz. 

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, Demerina merupakan bagian dari rombongan warga yang diculik KKB sejak 17 Agustus 2026 di Distrik Jila.

Informasi keberadaan Demerina baru diterima aparat pada 7 September 2026 dari seorang kepala kampung yang datang melapor ke Distrik Jila. Saat ditemukan warga Kampung Bela 1, Demerina tidak sendiri. Dia bersama rekannya bernama Yosina. Namun, Yosina ditemukan dalam kondisi meninggal dunia karena kelaparan.

"Adik Uamang ini tidak sendirian. Saat ditemukan tgl 7 September bersama rekannya, Adik Yosina. Namun, sangat disayangkan Adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan," kata Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin (14/9/2026).

Kedua korban diketahui melarikan diri dan terlunta-lunta di tengah hutan belantara tanpa mendapat pasokan makanan dan air selama kurang lebih 20 hari.

Proses penjemputan Demerina dari Distrik Alama sempat tertunda selama empat hari akibat faktor cuaca ekstrem yang menutup jarak pandang helikopter. Begitu cuaca membaik pada Senin pagi, tim evakuasi yang didampingi Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak dan kepala kampung setempat langsung terbang menuju lokasi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut