Bedah Buku Kapolda Papua Barat, Tanah Papua Mozaik Indonesia yang Perlu Dirawat
“Kami berharap bisa lebih mudah menerapkan semboyan, Waaja Keema Nene Kapoka yang artinya melayani dengan hati dan membangun dengan kasih,” katanya.
Buku setebal 251 halaman ditulis berdasarkan buah pemikiran Tornagogo selama menjabat sebagai Kapolda Papua Barat Desember 2019. Bekerjasama dengan penerbit Arsip Metro, buku dibagi enam bab yang terdiri dari Kilau Emas di Pegunungan, Dijajah Miras , Separatis KNPB di Papua Barat, . Kejahatan dan Peradaban , “Mantera” Manu Yaba Nonti dan Zamrud Raja Ampat.
Guru Besar Kriminologi UI, Muhamad Mustofa menjelaskan, banyak kebijakan publik seragam dari Sabang sampai Marauke. Padahal Indonesia sangat sangat beragam dengan adat dan budaya.
Kebijakan yang bercirikan pluralisme termasuk hukum nasional, kata Mustofa, itu harus mengakui pluralisme agar hukum nasional dan hukum adat yang asli bangsa Indonesia itu tidak
“Slogan Bhinneka Tunggal Ika sering disebutkan tapi kebijakan-kebijakannya tidak mencerminkan,” katanya.