Fakta di Balik Video Propaganda KKB di Papua, Identitas Korban dan Waktu Kejadian Terungkap
Namun, hasil penelusuran tim siber menemukan rekaman itu sudah pernah diunggah ke media sosial Facebook pada Maret 2025. Dengan demikian, video tersebut bukan dokumentasi peristiwa baru seperti narasi yang disebarkan.
Polisi juga mengungkap fakta di balik video kedua berdurasi 31 detik yang diklaim Kodap III Ndugama Derakma. Rekaman itu dikaitkan dengan pembunuhan seorang sopir lintas Wamena-Nduga yang dituduh membawa pasokan logistik TNI.
Dalam narasi yang disebarkan, peristiwa tersebut disebut terjadi pada akhir Maret. Padahal, polisi menyatakan kejadian sebenarnya berlangsung pada 20 April 2026. Korban bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty seperti yang disebut dalam narasi video.
Menurutnya, penyebaran ulang rekaman tersebut merupakan upaya memprovokasi KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap masyarakat melalui informasi yang tidak benar.
"Ini adalah bentuk provokasi influencer mereka Sebby Sambomagar masyarakat takut. Tindakan ini murni mencari perhatian dan propaganda murahan," ucapnya.
Selain menyebarkan video, kelompok tersebut juga disebut menyertakan ancaman pengosongan wilayah yang ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan masyarakat pendatang.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di Papua Pegunungan.
Editor: Kurnia Illahi