Kontak Tembak TNI-OPM di Intan Jaya, Pangkogabwilhan III Tegaskan Penegakan Hukum
Letjen Lucky menyatakan seluruh prajurit TNI yang terlibat dalam kontak senjata tersebut selamat. Sementara itu, empat anggota kelompok yang disebut TPNPB-OPM dilaporkan tewas, sedangkan anggota lainnya melarikan diri ke kawasan hutan. Informasi mengenai korban tersebut masih berdasarkan keterangan pihak TNI.
Dari lokasi kontak senjata, aparat juga mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kelompok tersebut. Yakni satu senapan serbu SS2 V4 beserta puluhan peluru, satu senapan modifikasi, lima busur panah, enam parang panjang, tiga pisau, enam gawai, buku tabungan Bank Papua, serta bendera Bintang Kejora.
Menurut Letjen Lucky, operasi tersebut dilakukan setelah aparat mendeteksi pergerakan kelompok menuju permukiman. Dia menyebut langkah tersebut bertujuan mengantisipasi ancaman terhadap masyarakat di 10 kampung di Distrik Agisiga.
"Saya dan tentunya kita semua tidak dapat membayangkan kengerian teror yang akan dihadapi ratusan warga, di 10 Kampung Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, apabila kelompok TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya ini masuk ke pemukiman masyarakat," katanya.
Setelah kontak senjata, Letjen Lucky memastikan tindakan pasukan TNI tetap mengacu pada ketentuan hukum dan aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE). Menurut dia, prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan tindakan prajurit tetap profesional serta menghormati hukum dan hak asasi manusia.