Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Siswi SD di Sragen, Pelaku Ingin Kuasai Motor dan HP
Advertisement . Scroll to see content

Siswi SD di Wamena Meninggal setelah Disuntik Vaksin Rubella

Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:51:00 WIB
Siswi SD di Wamena Meninggal setelah Disuntik Vaksin Rubella
Seorang siswi lumpuh setelah disuntik vaksin rubella di Demak, Jawa Tengah, pada 2017 lalu. (Foto: Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah tahun ini menargetkan 31,8 juta anak bisa ikut serta dalam program eliminasi campak dan pengendalian penyakit rubella. Fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September di seluruh Pulau Jawa dengan lebih dari 35,3 juta anak menjadi pesertanya.

Fase II akan dilaksanakan pada bulan yang sama. Sebanyak 31,8 juta anak diharapkan ikut serta untuk membebaskan Indonesia dari penyebaran dua penyakit yang mematikan tersebut.

Vaksinasi rubella ini juga memicu pro kontra di masyarakat terutama masalah kehalalan vaksin Measles Rubella (MR). Pasalnya, vaksin tersebut belum lagi memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Terkait masalah itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Soleh mengatakan, vaksin nonhalal sebenarnya pernah digunakan dan diperbolehkan untuk imunisasi di Indonesia 16 tahun silam. Fatwa tersebut muncul dikarenakan adanya kedaruratan pada masa itu.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut