BMKG Temukan Indikasi Likuefaksi dan Jejak Tsunami Sapu 23 Rumah Pascagempa M7,7
JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan indikasi fenomena likuefaksi berupa semburan pasir (sand boil) serta jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores usai gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang menggoncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Temuan empiris tersebut didapatkan dari hasil survei makroseismik dan mikrotremor pascagempa yang digelar BMKG di tujuh kabupaten meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, hingga Sikka sejak 15 hingga 25 Agustus 2026.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu mengatakan, survei dilakukan untuk memverifikasi dampak gempa dan tsunami sekaligus mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Untuk hasilnya, yang pertama melalui survei makroseismik, dihasilkan tingkat guncangan dan juga dampak, di mana guncangan maksimum mencapai VII MMI di beberapa lokasi di Manggarai Barat, Manggarai, kemudian Manggarai Timur, Nagekeo, dan juga Sikka. Tim juga menemukan indikasi likuefaksi berupa sand boil di Dusun Marikota, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo," kata Teguh saat konferensi pers, Selasa (15/9/2026).
Selain menemukan indikasi likuefaksi, Teguh mengatakan survei mikrotremor BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah yang diteliti didominasi kelas tanah sedang. Namun, terdapat pula kelas tanah lunak yang berpotensi memperkuat guncangan di wilayah Riung, Mbay, dan Marapokot.
Temuan tersebut menunjukkan dampak gempa M7,7 NTT tidak hanya berupa guncangan yang dirasakan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi tanah di sejumlah wilayah.
Teguh juga mengungkapkan tim BMKG menemukan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores. Run-up tertinggi tercatat 2,68 meter di Desa Salama, disusul 2,42 meter di Tadu Tengah, 2,39 meter di Dusun Tompong, dan 2,24 meter di Nanga Dero.
Sementara itu, inundasi terjauh mencapai 145 meter di Nampar Sepang, 136 meter di Desa Salama, dan 60 meter di Tadu.
Akibat tsunami tersebut, dua rumah tersapu di Desa Salama. Secara keseluruhan, 23 rumah terlanda tsunami di Desa Salama, Dusun Nampar, Desa Tadu, dan Desa Nanga Dero.