Gegara Rekam Jejak di Medsos, 20 Persen Kepala Sekolah di Makassar Akan Diganti
MAKASSAR, iNews.id - Sekitar 20 persen kepala sekolah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan diberhentikan. Wali Kota Makassar, Ramadhan (Danny) Pomanto sedang mengevaluasi kinerja para ASN tersebut.
Danny Pomanto mengatakan, para kepala sekolah yang dinilai bermasalah ini berada di jenjang SD dan SMP. Pergantian ini akan menjadi bagian dari resetting pemerintahan.
"Tapi kami tidak asal pangkas. Ada penilaian mengapa kita menggantinya. Salah satunya jejak digital mereka di media sosial," kata Danny di Kota Makassar, Sulsel, Selasa (4/5/2021).
Dia menyampaikan, dari hasil penelusuran ada beberapa kepala sekolah yang secara terang-terangan tidak menunjukkan iktikad baik terhadap pemerintahan, bahkan ada yang menyerang.
"Itu semua nanti yang akan kita ganti. Jadi sekitar 20 persen. Sekarang ini, nama-nama yang kita evaluasi masih berproses dan diumumkan nanti," ujarnya.