Pendaki Jatuh di Gunung Bulu Baria Gowa, Cedera Tulang Ekor hingga Tak Bisa Berjalan
Setelah mencapai lokasi, petugas memberikan penanganan medis awal dan menstabilkan kondisi korban. Reyhan kemudian dipasangkan tandu spinal untuk melindungi bagian tubuh yang mengalami cedera selama proses evakuasi.
Petugas harus membawa korban menyusuri jalur pendakian yang curam. Kondisi medan membuat proses evakuasi dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian agar cedera korban tidak semakin parah.
Proses penyelamatan berlangsung berjam-jam hingga korban berhasil dibawa turun menuju pos registrasi. Reyhan selanjutnya diserahkan kepada petugas medis untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Korban sudah kami evakuasi pada dini hari, selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat,” katanya.
Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, tetapi masih lemas dan belum mampu berjalan akibat cedera yang dialaminya. Dia kemudian menjalani penanganan medis lebih lanjut.
Operasi penyelamatan ditutup setelah korban dipastikan telah berada dalam penanganan tenaga medis. Basarnas menyebut keberhasilan evakuasi tidak lepas dari kerja sama Tim SAR gabungan dan masyarakat di sekitar jalur pendakian.
Para pendaki diimbau memastikan tempat pemasangan hammock aman dan kokoh. Hammock juga sebaiknya tidak dipasang terlalu tinggi dari permukaan tanah untuk mengurangi risiko cedera serius apabila tali atau pengait terlepas.
Editor: Donald Karouw