Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sabu 1 Kg Disamarkan dalam Kemasan Camilan, 3 Kurir Ditangkap di Halte Bus Makassar
Advertisement . Scroll to see content

Rambut Tak Terurus karena Corona, Para Dokter di Makassar Cukur dengan Protokol Covid-19

Senin, 18 Mei 2020 - 10:33:00 WIB
Rambut Tak Terurus karena Corona, Para Dokter di Makassar Cukur dengan Protokol Covid-19
Sejumlah dokter dari IDI Makassar mengedukasi masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat bercukur atau memotong rambut. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

IDI Makassar bekerja sama dengan relawan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) Makassar yang memiliki keahlian bercukur. Saat memotong rambut para dokter, tukang cukur menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD).

"Tukang cukurnya menggunakan baju hazmat, memakai masker, sarung tangan dan pelindung wajah. Jika ada yang mengatakan ini lebay, itu salah besar karena ini protokol kesehatan untuk melindungi tukang cukurnya juga melindungi orang yang dicukur," katanya.

Dokter Yudi menyatakan, sejak Maret 2020, saat wabah Covid-19 sudah mulai menyebar di Indonesia, beberapa protokol kesehatan dikeluarkan pemerintah demi memutus rantai penularan. Hal ini yang perlu terus diterapkan masyarakat sehari-hari.

Ketua IDI Kota Makassar Dr Siswanto Wahab Sp.KK menjelaskan, para dokter Makassar yang tergabung di Satgas IDI Kota Makssar Tanggap COVID-19 setiap hari tanpa libur, keliling ke rumah sakit dan puskesmas, dan kantor-kantor layanan umum, untuk memastikan agar penularan Covid-19 tidak terjadi. Mereka bertugas untuk menyemprotkan disinfektan dan pembagian alat pelindung diri (APD) serta hand sanitizer.

"Aktivitas teman-teman dokter selama dua bulan lebih tanpa libur terus berkeliling melakukan kegiatan-kegiatan seperti membagikan APD, hand sanitizer, juga menyemprotkan disinfektan ini juga membuat rambut mereka tidak terurus," katanya.

Dokter Irwan Gunawan Sp.B selaku inisiator menambahkan, pesan yang ingin disampaikan, jangan pernah menganggap virus corona ini hal yang biasa.

"Ini virus yang harus diwaspadai. Kami saja sebagai dokter melakukan potong rambut dengan protap Covid-19, sebagai bentuk upaya pencegahan," ucapnya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut